吴江男士spa私人会所

Can psychedelic drugs be used in the treatment of mental illness?

Posted on

first_imgPsychedelic drugs such as LSD (lysergic acid diethylamide), psilocybin and ketamine have been rediscovered by researchers in neuroscience and psychiatry. A recent review in the Journal of Psychopharmacology highlights the distinct therapeutic effects of psychedelics, as well as the current re-evaluation of their use in the treatment of addiction, anxiety in terminally ill patients, depression, cluster headaches and obsessive-compulsive disorder (OCD).A psychedelic drug is a psychoactive drug whose primary action is to alter cognition and perception. Since the discovery of LSD in 1943, psychedelic drugs have been of major scientific interest. Despite clinical psychedelic research coming to a standstill in the mid-1970s (due to regulatory restrictions), an increase in methodological quality standards, neurobiological method and neuroimaging, as well as interest in the interest of the neurosciences in subjective experience, has meant a re-emergence of interest.The review by Tomislav Majić (Charité University Medicine, Berlin), Timo Schmidt (Free University Berlin) and Jürgen Gallinat  (University Medical Center Hamburg-Eppendorf), looked at current clinical research and re-evaluated former and recent concepts of where and how psychedelic substances exert their therapeutic effects. Share on Twitter Share on Facebook Email Pinterestcenter_img LinkedIn Share Key findings included that ketamine is effective in the treatment of substance addiction, both through the psychedelic experiences and it’s enhancing of personal meaning and spiritual significance. Ketamine has also been used to produce short-term anti-depressive effects in major depression and bipolar disorder, through its altering of perception (It has also been proposed as a treatment option for affective disorders based on its pharmacological effects).LSD has been shown to be beneficial in the treatment of alcohol abuse when used in combination with therapy.Psilocybin, the main component of so-called magic mushrooms, has been recently shown to be effective in the treatment of anxiety in cancer patients, not by reducing pain, but by inducing feelings of strengthened rapport and relationships with close relatives and friends. Recent research has also highlighted the therapeutic use of LSD and psilocybin in treating cluster headaches. Interestingly, it was reported that the therapeutic effects appear to be completely independent of the psychedelic experience.The review reported converging evidence suggesting that serotonergic neurotransmission plays a key role in the mechanism of these psychedelic drugs – the neurotransmitter serotonin is thought to play an important role in the brain relating to mood, anxiety and happiness.The findings of the review concluded that psychedelic drugs are unique in the sense that they: have neurochemical and pharmacodynamics effects (e.g. in the treatment of depression and possibly OCD); support various types of psychotherapy (e.g. in the treatment of terminal illness); can be used to treat headaches or other pain syndromes; and they often result in spiritual experiences through which they can assist in therapy (e.g. in the treatment of substance addiction). Furthermore, in contrast to traditional psychiatric drugs, they are only to be taken once or a few times.The review highlights the potential for psychedelic drugs to be used in clinical settings, although more research is required to develop a deeper understanding of their therapeutic effects and how they work.last_img read more

Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Posted on

first_imgKA Langsam tujuan Rangkasbitung-Angke PP Berbicara kereta ke Rangkasbitung dari Angke bukanlah hal baru, meski awalnya kereta tersebut melayani relasi Pasarsenen/Jakarta Kota-Rangkasbitung PP dan kemudian diperpendek menjadi Tanahabang-Rangkasbitung PP. Hingga akhirnya relasi kereta tersebut diperpendek menjadi Rangkasbitung-Angke PP.Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan UapnyaPenasaran kereta apa? Ya, kereta ini bernama Langsam yang merupakan singkatan dari Langsung Sampai dan jika diartikan dari bahasa Belanda Langzaam menjadi pelan atau lambat. Pada masa beroperasinya kereta ini, banyak atapers yang naik dengan tidak membeli karcis dan duduk di atas kereta. Tarif tiket kereta ini juga murah sekitar Rp2 ribu sekali jalan dan naik pada 1 April 2015 menjadi Rp5 ribu. Kereta ini saat masih beroperasi selalu ramai dan penuh. Sayang pada 1 April 2017 lalu, KA Langsam, Rangkas Jaya dan Kalimaya tak lagi beroperasi karena ada layanan baru KA Commuter line yang melayani Rangkasbitung-Tanahabang PP.KabarPenumpang.com mendapatkan sesuatu yang unik, kereta ini disebut dengan KA Go Green pertama di Indonesia. Tapi penasaran tidak sih kenapa di sebut Go Green? Salah satunya karena kereta Langsam ini menggunakan sedikit air dibanding kereta lainnya. Sedikit air karena tidak ada toilet di dalam beberapa gerbong keretanya seperti K3 ex KRD MCW 301 dan 302. Sedangkan K3 biasa sudah menggunakan toilet. Jelas sekali kan irit airnya.Padahal ada AC di dalam kereta Langsam. Selain irit air, kereta ini juga masih menggunakan kursi plastik. Jumlah kursi yang ada di kereta ini sekitar 190 dengan 106 menggunakan kursi kulit dan 80 lainnya kursi plastik.Selain irit air, ternyata kereta ini hemat energi, karena sering sekali lampu yang menerangi gerbong KA Langsam mati dan sering menggunakan lilin pada perjalanan malam di gerbong penumpangnya. Ini yang membuat KA Langsam hemat energi dan ikut andil dalam mengurangi pemanasan global. KA langsam juga sering disebut sebagai ‘distributor’ pupuk berjalan.Hal ini dikarenakan, lubang toilet di kereta Langsam masih bolong tak seperti sekarang. Ini membuat pengguna kereta yang ingin menggunakan toilet baik untuk buang air kecil atau air besar harus saat kereta bergerak. Sisa-sisa kotoran hasil buang hajat penumpang yang tersebar di rel inilah yang menjadikan KA Langsam disebut sebagai distributor pupuk.Selain menjadi ‘distributor’ pupuk berjalan, KA LAngsam juga menjadi kebon berjalan. Pasti yang ada dipikiran kereta ini punya lahan tanaman. Padahal kereta ini mengangkut sayur mayur, jadi pas kan dengan konsep Go Green yang di sematkan pada KA Langsam.Baca juga: Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih Dari 900 KM!KA Langsam berhenti di semua stasiun sepanjang perjalanan, kecuali Tanahabang, Jurangmangu, Rawabuntu, dan Cicayur. Berikut stasiun pemberhentian KA Langsam saat masih beroperasi.Stasiun Rangkasbitung-Stasiun Citeras-Stasiun Maja-Stasiun Cikoya-Stasiun Tigaraksa-Stasiun Tenjo-Stasiun Daru-Stasiun Cilejit-Stasiun Parungpanjang-Stasiun Cisauk-Stasiun Serpong-Stasiun Sudimara-Stasiun Pondok Ranji-Stasiun Kebayoran-Stasiun Palmerah-Stasiun Duri-Stasiun Angke.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedKereta Lokal Merak-Rangkasbitung, Gantikan Layanan KA Jakarta-Merak06/04/2018In “Darat”Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian21/03/2018In “Darat”Per 1 April, PT KCJ Buka Rute Tanah Abang – Rangkasbitung11/04/2017In “Featured”last_img read more